Nuryana_25210226_4EB09

PT TRUBA ALAM MANUNGGAL ENGINEERING, Tbk

PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (“Truba  Manunggal” atau “Perseroan”) berdiri pada tanggal 1  Februari 2001 dan terdaftar pada bursa pada tanggal  16 Oktober 2006. Saat ini saham Perseroan diperdagangkan pPT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. adalah  salah satu kontraktor EPC dalam negeri yang  bersertifikat untuk merancang dan merakit ketel  pembangkit listrik dengan kapasitas di atas 300 MW.  Selain membangun pembangkit tenaga listrik, PT  Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. adalah  penyedia layanan terkemuka Operation and  Maintenance (O&M). ada Bursa Efek Indonesia.

Dari komposisi pemegang saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk 56,32% di pegang secara public, 5,49% oleh Indo Infrastructure Group PTE LTD, PT Alam Manunggal 10.22%, dan PT Mandala Kapital 27.97%.

Pengharggan dan sertifikt yang di dapat oleh PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk yaitu : Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk PT Truba Mandiri, Sertifikat Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 untuk PT Truba Mandiri,Sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001:2007 untukPT Truba Mandiri,  Sertifikat Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 untuk PT Manunggal Engineering, Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk PT Manunggal Engineering, Sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001:2007 untuk PT Manunggal Engineering.

Pada tahun 2011 Perseroan memiliki 6 proyek yang diperoleh dari Daewoo Engineering Company, PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk., PT Krakatau Daya Listrik (KDL), PT. INCO, PT. Robert Schaefer Soros Indonesia dan PLN. Keenam proyek tersebut merupakan proyek EPC dan konstruksi dengan total nilai proyek sebesar USD 28.98 juta dan IDR 269.852.694.837.

PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk menggunakan prinsip akuntansi pengakuan pendapatan (Revenue Recognition Principle) karena pada laporan keuangan di jelaskan pendapatan yang terjadi pada tahun 2011 sebesar Rp1.541 milyar dan terjadi penurunan 23 % menjadi Rp 1.968,2 milyar di tahun 2011 dari Rp 2.571,1 milyar di tahun 2010. Lalu memnggunakan juga prinsip pengungkapan lengkap (Full Disclousure Principle) yang secara rinci di jelaskan dalam laporan keuangan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. Prinsip Perusahaan Unit pengukuran (unit of measurement) juga di terapkan karena perseroan terus menambah proyek terakhir pada awal tahun 2013 Truba Alam Manunggal Engineering Tbk mendapatkan proyek dari PT Sago Prima Pratama, berupa Jasa Teknis Infrastruktur untuk Proyek “Gold Development” untuk pengerjaan design Engineering di Seruyung.