Nuryana

25210226/ 4eb09

ETIKA, PROFESI  DAN ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Perbedaan antara etiket dan etika:

  • Etiket hanya berlaku kalau ada orang lain yang melihatnya. Contoh: ketika kita buang gas. Kalau disekeliling kita tidak ada orang lain maka tidak masalah, tapi kalau kita buang gas saat disekitar kita ada orang lain, itu menjadi masalah karena tidak sopan. Etika berlaku baik saat ada orang lain yang melihat maupun saat tidak ada orang lain yang melihat. Contoh: menculik. Ada atau tidak orang yang  melihat penculikan tersebut, hal itu tetap dianggap tidak benar.
  • Penilaian orang mengenai etiket berbeda-beda. Contoh: ada yang beranggapan kalau buang gas disaat sekitar kita ada orang lain itu tidak sopan, namun ada juga yang beranggapan itu hal yang wajar.Penilaian orang mengenai etika sama. Contoh: semua orang beranggapan bahwa tindakan menculik itu tidak benar.
  • Etiket lebih memandang dari segi penampilan luar. Contoh: orang yang berpenampilan rapi dianggap orang baik.Etiket memandang tidak hanya dari segi penampilan luar tapi juga dari kepribadiannnya. Contoh: meskipun seseorang bepenampilan rapi, belum tentu dia orang baik.

Pengertian etika profesi akuntansi
Yaitu suatu nilai yang dijadikan acaun bagi seseorang yang memiliki profesi dibidang akuntansi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pelanggaran etika

  • Kebutuhan perorangan
  • Tidak ada acuan
  • Pengaruh dari orang-orang disekitar
  • Perilaku dan kebiasaan seseorang
  • Perilaku yang ditiru

 

Jenis-jenis etika

  • Etika normative yaitu etika mengenai bagaimana seharusnya seseorang bersikap.
  • Etika deskriptif yaitu etika yang sudah turun menurun.

 

Etika Profesi

Etika profesi adalah bagian dari etika sosial, yaitu filsafat atau pemikiran kritis rasional tentang kewajiban dan tanggung jawab manusia sebagia anggota umat manusia (Magnis Suseno et.al., 1991 : 9). untuk melaksanakan profesi yang luhur itu secara baik, dituntut moralitas yang tinggi dari pelakunya ( Magnis Suseno et.al., 1991 : 75). Tiga ciri moralitas yang tinggi itu adalah :

  1. Berani berbuat dengan bertekad untuk bertindak sesuai dengan tuntutan profesi.
  2. Sadar akan kewajibannya, dan
  3. Memiliki idealisme yang tinggi.

Etika profesi pada hakikatnya adalah kesanggupan untuk secara seksama berupaya memenuhi kebutuhan pelayanan profesional dengan kesungguhan, kecermatan dan keseksamaan mengupayakan pengerahan keahlian dan kemahiran berkeilmuan dalam rangka pelaksanaan kewajiban masyarakat sebagai keseluruhan terhadap para warga masyarakat yang membutuhkannya, yang bermuatan empat kaidah pokok, yaitu :

  • Pertama : profesi harus dipandang dan dihayati sebagai suatu pelayanan dengan tidak mengacu pamrih.9)
  • Kedua : selaku mengacu kepada kepentingan atau nilai-nilai luhur sebagai norma kritik yang memotivasi sikap dan tindakan.
  • Ketiga : berorientasi pada masyarakat sebagai keseluruhan.
  • Keempat : semangat solidaritas antar sesama rekan seprofesi demi menjaga kualitas dan martabat profesi)

 

Dalam konteks profesi, kode etik memiliki karakteristik antara lain :

  • Merupakan produk terapan, sebab dihasilkan berdasarkan penerapan etis atas suatu profesi tertentu.
  • Kode etik dapat berubah dan diubah seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).
  • Kode etik tidak akan berlaku efektif bila keberadaannya di-drop begitu saja dari atas sebab tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai yang hidup dalam kalangan profesi sendiri.
  • Kode etik harus merupakan self-regulation (pengaturan diri) dari profesi itu sendiri yang prinsipnya tidak dapat dipaksakan dari luar.
  • Tujuan utama dirumuskannya kode etik adalah mencegah perilaku yang tidak etis)

 

Profesi Hukum

Profesi hukum adalah profesi yang melekat pada dan dilaksanakan oleh aparatur hukum dalam suatu pemerintahan suatu negara (C.S.T. Kansil, 2003 : 8). profesi hukum dari aparatur hukum negara Republik Indonesia dewasa ini diatur dalam ketetapan MPR II/MPR/1993 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara.

Pengembang profesi hukum harus bekerja secara profesional dan fungsional, memiliki tingkat ketelitian, kehati-hatian, ketekunan. kritis, dan pengabdian yang tinggin karena mereka bertanggung jawab kepada diri sendiri dan sesama anggota masyarakat, bahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pengemban profesi hukum bekerja sesuai dengan kode etik profesinya, apabila terjadi penyimpangan atau pelanggaran kode etik, mereka harus rela mempertanggungjawabkan akibatnya sesuai dengan tuntutan kode etik. Biasanya dalam organisasi profesi, ada dewan kehormatan yang akan mengoreksi pelanggaran kode etik.

 

 

sumber :

http://www.pipimegawati.blogspot.com

http://prestisya.wordpress.com/2012/10/05/etika-profesi-akuntansi/

http://vania080991.blogspot.com/2013/01/tugas-keenam-etika-profesi-akuntansi.html